Hybrid Routing

Konsep Hybrid adalah konsep routing protokol yang menggabungkan keunggulan-keunggulan konsep link state dan konsep distance vector. Dalam masalah mekanisme updating table routing/data Konsep Hybrid mengkloning cara kerja dari konsep link state karena lebih cepat, sedangkan untuk pemilihan jalur transformasi data lebih menggunakan konsep yang dimiliki distance vector. Konsep Hibrid digunakan oleh protokol EIGRP.

RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protokol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vektor. Akan tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan membutuhkan fitur router routing protokol.. RIP routing merupakan jenis protokol routing yang classful, yaitu protokol routing yang tidak mengenal subnetting. Sebagai contoh jika alamat jaringan hasil subneting adalah 172.16.20.1 dengan subnet mask 255.255.255.0, maka jika menggunakan protokol RIP routing alamat jaringannya menjadi 172.16.0.0. RIP adalah routing protokol yang menggunakan hop count ( banyaknya lompatan) sebagai metric. Pada RIP 15 hop count merupakan nilai maksimum dimana router dapat membagi informasi, namun setelah itu (diatas 15 hop count) router tidak dapat menjangkau alamat tujuan. Dalam pengiriman paket data, proses pemilihan jalur atau jalan transfer informasi dilakukan oleh administrative distance ( sebuah nilai kebenaran informasi routing yang diterima). RIP memiliki nilai administrative distance 120.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: