Internet Protokol dan Jaringan Internet

Protokol Status Jaringan Internet ada beberapa macam, yaitu :

  • Required
  • Recommended : system harus mengimplementasikan (menjalankan) yang direkomendasikan
  • Elective : system untuk mengimplementasikan protokol yang terpilih
  • Limited Use : protokol ini digunakan pada kondisi terbatas (experimental state, histories state)
  • Not Recomended : protokol ini tidak direkomendasikan untuk kebutuhan yang luas

Berikut adalah salah satu contoh  arsitektur jaringan internet

State Internet Protokol antara lain :

  • Standard : standard IAB (Ad Unit Guidelines) mengeluarkan ini sebagai protokol untuk internet dibagi menjadi dua, yaituIP Protocol dan Network Specific Protocol
  • Draft Standard : Draft Standard IAB mempertimbangkan protokol ini sebagai protokol standard
  • Porposed Standard : ini adalah proposal protokol yang mungkin dipertimbangkan IAB sebagai sebuah standard
  • Experimental :system tidak harus mengimplementasikan protokol eksperimental, kecuali berpartisipasi pada eksperiment (percobaan)
  • Informational : protokol dikembangkan oleh standard organisasi atau vendor yang lain
  • Historic : protokol ini mungkin protokol yang tidak menjadi internet lain

Cara Interkoneksi Internet, antara lain:

  • Berlangganan ke ISP (Internet Service Provider) dengan biaya lebih murah
  • Koneksi internet melalui Gateway
  • Koneksi penuh (tiap saat) dengan koneksi permanen (Leased)
  • Koneksi sederhana dengan SLIP/PPP (Dial-Up), koneksi melaui jaringan kabel telpon dengan biaya murah dan berbagai fasilitas internet

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama
komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web
browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet
dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
    • tommy
    • Januari 14th, 2011

    minta artikel@ y…kak…
    thaks atas artikel@…..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: